Postingan

TERIMA KASIH, ULTRAMAN Z!

Gambar
"Mari Serukan Namaku!" - karya pribadi Serial Ultraman Z baru saja tamat, dan gue harus membuat postingan blog ini. Ya, blog ini adalah lanjutan dari sini . Secara singkat, Ultraman Z sudah menjadi serial yang menyenangkan meski kita sedang berada dalam masa-masa sulit. Maksudnya, di masa seperti ini pikiran kita tidak boleh terlalu terbebani oleh pandemi yang melanda, maka dari itu serial Ultraman Z ini dimulai dan diakhiri dengan... Terlalu menyenangkan mungkin, sampai-sampai gue sebagai salah satu penonton merasa beban pandemi ini bisa terangkat sedikit.  The "Z" Ultraman Z diawali dengan episode pertama yang bisa dibilang lumayan seru. Ultraman Zero dan Zett mengejar monster raksasa Genegarg (yang dirasuki oleh alien Celebro) yang membawa kabur Ultra Medal dari Negeri Cahaya, planet asal kaum Ultra. Zero terhisap dan terjebak oleh trik Genegarg yang memuntahkan monster Bullton, Zett mendarat di Bumi, Zett dan Natsukawa Haruki berjuang mati-matian melindungi ...

Kalian Harus Nonton "Star Wars: The Clone Wars"

Gambar
Dari imdb.com Gue baru aja (tepatnya bulan lalu) menamatkan serial yang panjang ini. Ya, sebuah serial dari universe -nya Star Wars sepanjang 133 episode.  Serial ini menjembatani film Attack of The Clones  dan Revenge of The Sith , karena peristiwa Clone Wars terjadi selama 3 tahun, dan dalam 3 tahun itu tentu saja ada banyak hal yang terjadi. It's Star Wars, of course things happen . Tetapi sebelum gue lanjut tentang Clone Wars , gue mau cerita masa-masa Star Wars Episode III ini. Gue memulai Star Wars dari Episode III , karena pada masa itulah gue pertama kalinya nonton di bioskop. Norak ya, tapi ya begitulah adanya. Waktu film tersebut tayang, seharusnya gue baru kelas 1 SMP. Setelah nonton film itu, gue menonton film Star Wars lainnya melalui DVD bajakan (DVD ori pada masa itupun juga mahal bo'). Sebenarnya meskipun satu kali nonton di bioskop dan sisanya bajakan, gue cukup menyadari siapa itu Ian McDiarmid serta perannya di Star Wars, cukup menyadari juga bahwa Clone...

Psikologi Warna? Itu Istilah Beneran Ada!

Gambar
Internet nggak pernah ada damai-damainya banget yak.  Di suatu maalam menjelang tidur (6/11), gue lagi menjelajah Twitter sedikit agar lebih ngantuk. Tak diduga gue menemukan sebuah cuitan yang jujur aja membuat lulusan DKV seperti gue pun terpelatuk. Potongan gambar tersebut bisa dilihat di bawah ini: Kedua potongan gambar adalah dari 6 November 2020 Nama disamarkan dan silakan cari sendiri siapa yang bikin cuitan aneh tersebut. Konteks tambahan: beliau adalah seniman profesional yang terlibat dalam pembuatan suatu film animasi yang baru saja dirilis di platform Netflix. Akunnya pun sudah dapat centang biru. Namun beliau bisa membuat cuitan seperti ini rasanya membuat kuliah gue 4,5 tahun tambah super mega ekstra sia-sia. Aneh bukan? Bagi pembaca yang merupakan sesama insan kreatif, khususnya yang bukan merupakan lulusan seni maupun desain, gue cuma bisa memohon kepada kalian untuk tidak menelan cuitan tersebut mentah-mentah. Tapi bukan berarti juga kalian boleh menelan mentah-men...

Setelah Punya Switch Sejauh Ini

Gambar
"Ketagihan", karya pribadi. Bukan, bukan ngomongin Astro Switch -nya Kamen Rider Fourze . Tapi tentu saja postingan ini adalah sambungan dari postingan yang sudah lalu. Gue akui ini alat yang menarik sih, portable dan table (halah), eh maksudnya bisa handheld dan stationery (bisa ditempatkan pada docking untuk disambung ke televisi), jadinya bisa dimainkan dimanapun dan kapanpun. Dan berdasarkan postingan blog ini dibuat, baru belakangan ini (kurang lebih dalam hampir 3 bulan terakhir) gue menikmati penggunaan Switch. Gue inget banget beli ini pada 5 Februari 2020; serta karena gue mulai ngetik ini di akhir September, berarti sudah hampir 10 bulan gue punya benda ini. Gue beli Switch ini adalah karena gue mau menjaga dan merawat laptop. Ya, laptop gue sebenernya laptop gaming , tapi nggak usah gue sebutkan merek dan tipenya. Gue sebenernya mau laptop gue lebih dominan untuk kerja (ilustrasi, desain grafis, edit video) daripada untuk main. Ya karena gue cuman punya laptop ...

Inktober dan Bagaimana Menyikapinya

Gambar
Sumber gambar: inktober.com Inktober merupakan tantangan/ challenge untuk menggambar dengan menggunakan tinta yang diadakan secara tahunan tiap bulan Oktober, dan diprakarsai oleh Jake Parker sejak tahun 2009; salah satu ilustrator kenamaan, dan juga pengajar di Society of Visual Storytelling . Karena Inktober tahun baru saja berlalu, gue pengen membahas suatu kasus yang sempat muncul terkait dengan Jake Parker dalam berkesenian dan kegiatan Inktober-nya.  Salah satu kasus awalnya adalah pendaftaran nama "Inktober" sebagai merek dagang pribadi beliau pada penghujung 2019. Tapi perkara ini muncul bukannya tanpa alasan. Berdasarkan postingan blog beliau di sini , sebenarnya tidak masalah mau menjual karya-karya yang dibuat saat Inktober berlangsung, namun bukannya tanpa terms and condition ; meskipun syarat dan ketentuan yang dimaksud pun tidak benar-benar merepotkan sih. Kasus ini pun berlalu, tapi orang-orang tentunya tidak akan melupakan perkara ini karena dilihat dari pers...

Kalian Harus Nonton "Glitch Techs"

Gambar
Kemaren di bulan Februari, gue sempet bikin draft tentang pembahasan serial ini tapi gue hapus karena mood hilang dan daripada ngendon jadi draft kelamaan ya kan. Berhubung season 2-nya baru tayang kemarin tanggal 17 Agustus 2020 di GMT+7 (selamat ultah Indonesia!), jadi gue langsung gaspol nonton season ke-2 ini. Buat yang belum tahu apa itu Glitch Techs , serial ini adalah ciptaan Eric Robles dan Dan Milano untuk Nickelodeon dan Netflix. Serialnya sendiri adalah tentang dua tokoh remaja Fives dan Miko yang bekerja untuk organisasi "Hinobi" yang menangani glitch atau galat/kekutu dari video game yang menjadi nyata dan mengganggu manusia. Dalam sekilas pandangan dari gue selaku penggemar genre tokusatsu , serial ini serasa gabungan Kamen Rider Ex-Aid dengan Ghostbusters dan Men In Black ; tapi sejujurnya malah lebih dari itu. This is a pop culture festival dalam bentuk serial animasi yang sungguh meriah. Pada season 1, Glitch Techs mengenalkan tokoh-tokoh utama dan ...

Bajakan, lalu Beralih ke yang Asli: "Jejepangan"

Gambar
Ini, secara mengejutkan, adalah bagian ke-2 dari "Bajakan, lalu Beralih ke yang Asli". "Penganut Jejepangan", karya pribadi. Rasanya nggak adil kalo nggak ngebahas dari sisi penggemar "jejepangan", atau hal terkait budaya populer Jepang. Ya, budaya populer dari Jepang merupakan hal yang sebenernya paling dibajak banget di sini (dan di negara lain juga). Terutama yang paling nampak (dari sepengetahuan gue) adalah pada saat masuk dari awal abad 21. Anime, komik, musik, film, video game bahkan serial superhero asal Jepang merupakan hal yang pastinya sampai sekarang pun masih dinikmati secara ilegal. Sebenarnya budaya populer sendiri nggak terbatas pada hal-hal yang gue sebut tadi, tapi gue batasi pada hal-hal berkaitan dengan media hiburan dulu saja. Bicara soal Jepang yang memasuki Indonesia, ya, sebenarnya mesti dilihat dari sejak zaman mereka menjajah negara kita. Tapi semakin kita memahami apa saja yang terjadi selama zaman pendudukan Jepang itu, bisa dib...