Postingan

Menampilkan postingan dengan label seni

Jualan di Comifuro untuk Pertama Kalinya!

Gambar
  Akhirnya pernah ngerasain jualan di Comic Frontier atau Comifuro (ataupun disingkat CF) setelah sebelum-sebelumnya cuma hadir sebagai pengunjung. Jualan di event itu sebenernya bukan pertama kali, tapi baru pertama kalinya untuk di event Comifuro ini. Oh iya event ini merupakan event Comifuro ke-16, setelah yang ke-15 diadakan pada September tahun lalu. Blog kali ini bermaksud untuk menceritakan pengalaman berjualan tersebut, sehingga gue lewatin aja bagian drama pengunduran tanggalnya, atau drama yang sempat ada menjelang hari acara, bahkan drama-drama lainnya yang pernah terjadi di CF yang terdahulu. Berikut ini adalah ceritanya. Jadi beberapa bulan lalu gue diajakin oleh seorang temen gue bernama Darwin . Dia daftar sendiri tapi gak kepikiran dia mau jualan dengan siapa hahaha. Karena dia ngajakin dan secara waktu tampak cukup bagi gue bersiap-siap, maka gue memutuskan untuk ikut jualan. (Meskipun pada kenyataannya bisa dibaca pada paragraf di bawah hahaha) Di hari pertama ju...

Blog Akhir Tahun 2022

Gambar
Sengaja banget bikin postingan di akhir tahun. Memang sengaja, tapi sekalian ada beberapa hal yang pengen diceritain.Ya, tahun ini ada banyak hal yang gue alami, tetapi gue akan menceritakan secara spesifik yang ini saja. Pada blog ini gue cuma pengen cerita tentang jalan-jalan gue ke Museum Nasional pada hari Jumat, 30 Desember 2022 alias kemarin sebelum blog ini terbit. Gue ke sana sebenernya karena impulsif gue pengen gambar-gambar di sana.  Perjalanan Gue ke Museum Nasional awalnya adalah pada tanggal 18 Desember 2022 ketika ada pameran Kopi Togetherness . Gue ke situ bersama pacar gue, dan dua orang teman. Tanpa menghitung pameran itu, sebenarnya sudah lama sekali gue nggak ke Museum Nasional. Kalau gue nggak salah ingat, gue terakhir kali ke sana sudah di pertengahan 2019 lalu ketika gue pertama kali ketemuan dengan pacar gue, tepatnya masih sebelum jadi pacar (yang gue ceritakan di sini). Kala itu, harga tiketnya masih cuma Rp 5000,- saja untuk satu tiket pengunjung dewasa. ...

Chibi G1 Minerva

Gambar
  Ghibi G1 Minerva Minerva adalah tokoh dari serial animasi Transformers Choujin Masterforce  yang pernah tayang di Jepang tahun 1988. Gue kelihatannya akan mulai mengunggah karya ke sini juga. Sebenernya untuk unggahan karya seperti ini sudah ada situs-situs lain seperti Instagram, DeviantArt, ataupun situs lainnya yang relevan. Tetapi... Unggahan ke sini bisa untuk beberapa tujuan seperti misalnya untuk tambah-tambah postingan (duh quantity over quality banget sih), ataupun guna memperluas keberadaan gue di dunia maya ini. Terutama nama yang gue gunakan ini kan cuma nama panggung atau nama pena, jadi ya balik lagi  guna memperluas keberadaan gue di dunia maya ini. Oh iya gue belum pernah nonton serialnya sama sekali, baca komik yang versi IDW pun tidak, maka karya ini pun menggunakan referensi seadanya. Tetapi ini juga cuma gambar iseng saja sih supaya skill dan ilmu tidak tumpul, dan juga masih banyak trik dalam digital art yang gue sendiri belum banyak kuasai. Tidak...

55 Tahun Serial "Ultraseven"

Gambar
...Dan juga 57 tahun serial "Thunderbirds"! Serial "Thunderbirds" tayang perdana di Inggris pada 30 September 1965, sedangkan serial "Ultraseven" tayang pada 1 Oktober 1967 di Jepang. Tanpa "Thunderbirds", mungkin perkembangan tokusatsu di Jepang tidak akan segila itu sampai sekarang. Namun tanpa "Ultraseven" juga, mungkin dunia pop culture Jepang terasa sedikit lebih sepi. Pada akhirnya, kedua serial ini secara tidak sengaja saling melengkapi sejak beberapa dekade silam. Mungkin istilahnya bukan secara tidak sengaja saling melengkapi ya, tetapi lebih tepatnya, mungkin dunia budaya populer pun terasa agak sepi tanpa kehadiran mereka. Ini semua dimulai ketika seseorang di Inggris memutuskan untuk membuat serial menggunakan boneka sebagai tokoh-tokoh utamanya. Beberapa waktu kemudian, seseorang dari Jepang datang ke Inggris yang berujung mendapat sebuah "wahyu" atau inspirasi yang kelewat besar yang selamanya mengubah arah perek...

Kegelisahan Musik Masa Kini: Fisik, Digital atau Malah Bajakan? Bagian 2

Gambar
Akhirnya pembahasan musik ini lanjut juga. Lama, dan lumayan melelahkan juga ngetik ginian. Terlebih sekarang kerjaan (kantoran) gue lumayan menyita waktu dan tenaga, sehingga menyempatkan diri untuk melanjutkan postingan ini adalah momen yang tidak selalu ada. Tapi mari kita lanjutkan saja. Disclaimer (lagi) : gue bukan orang yang paham sepenuhnya akan industri musik, jadi ketikan ini isinya akan banyak berangkat dari kegelisahan, opini dan hasil riset kecil-kecilan secara pribadi. Dan juga postingan ini tidak untuk menyerang atau menyinggung pihak-pihak tertentu. Untuk bagian ke-2 ini, ada hal yang gue rasa perlu gue sampaikan, mumpung judul blog-nya membahas musik fisik, digital atau malah bajakan. Sisi kurang baik lainnya dari mendengarkan musik secara  digital streaming , tepatnya yang orang-orang tidak atau kurang sadari pada zaman sekarang ini adalah carbon footprint (jejak karbon) yang dihasilkan. Apa sih  carbon footprint  atau jejak karbon itu? Jejak k...

Kegelisahan Musik Masa Kini: Fisik, Digital atau Malah Bajakan? Bagian 1

Gambar
"Digital VS Fisik", karya pribadi Blog kali ini berangkat dari kecemasan gue terhadap industri musik pada zaman sekarang, kurang lebihnya dalam 10 tahun terakhir. Dan juga semacam lanjutan dari postingan yang ini . Disclaimer : gue bukan orang yang paham sepenuhnya akan industri musik, jadi ketikan ini isinya akan banyak berangkat dari kegelisahan, opini dan hasil riset kecil-kecilan secara pribadi. Dan juga postingan ini tidak untuk menyerang atau menyinggung pihak-pihak tertentu. Salah satu kegelisahan gue ini berangkat dari waktu gue beli CD album asli band indie/ sidestream  asal Bandung bernama Rock N Roll Mafia (RNRM), berjudul Outbox pada tahun 2019 lalu. Gue tahu band ini dari waktu gue masih SMP, kurang lebih pada tahun yang sama ketika video klip dari lagu berjudul Zsa Zsa Zsu muncul di salah satu stasiun TV swasta. Gue berhasil mendapatkan CD album tersebut melalui salah satu situs e-commerce, dengan harga yang masih cukup terjangkau untuk sebuah barang tua yang ...

Psikologi Warna? Itu Istilah Beneran Ada!

Gambar
Internet nggak pernah ada damai-damainya banget yak.  Di suatu maalam menjelang tidur (6/11), gue lagi menjelajah Twitter sedikit agar lebih ngantuk. Tak diduga gue menemukan sebuah cuitan yang jujur aja membuat lulusan DKV seperti gue pun terpelatuk. Potongan gambar tersebut bisa dilihat di bawah ini: Kedua potongan gambar adalah dari 6 November 2020 Nama disamarkan dan silakan cari sendiri siapa yang bikin cuitan aneh tersebut. Konteks tambahan: beliau adalah seniman profesional yang terlibat dalam pembuatan suatu film animasi yang baru saja dirilis di platform Netflix. Akunnya pun sudah dapat centang biru. Namun beliau bisa membuat cuitan seperti ini rasanya membuat kuliah gue 4,5 tahun tambah super mega ekstra sia-sia. Aneh bukan? Bagi pembaca yang merupakan sesama insan kreatif, khususnya yang bukan merupakan lulusan seni maupun desain, gue cuma bisa memohon kepada kalian untuk tidak menelan cuitan tersebut mentah-mentah. Tapi bukan berarti juga kalian boleh menelan mentah-men...

Inktober dan Bagaimana Menyikapinya

Gambar
Sumber gambar: inktober.com Inktober merupakan tantangan/ challenge untuk menggambar dengan menggunakan tinta yang diadakan secara tahunan tiap bulan Oktober, dan diprakarsai oleh Jake Parker sejak tahun 2009; salah satu ilustrator kenamaan, dan juga pengajar di Society of Visual Storytelling . Karena Inktober tahun baru saja berlalu, gue pengen membahas suatu kasus yang sempat muncul terkait dengan Jake Parker dalam berkesenian dan kegiatan Inktober-nya.  Salah satu kasus awalnya adalah pendaftaran nama "Inktober" sebagai merek dagang pribadi beliau pada penghujung 2019. Tapi perkara ini muncul bukannya tanpa alasan. Berdasarkan postingan blog beliau di sini , sebenarnya tidak masalah mau menjual karya-karya yang dibuat saat Inktober berlangsung, namun bukannya tanpa terms and condition ; meskipun syarat dan ketentuan yang dimaksud pun tidak benar-benar merepotkan sih. Kasus ini pun berlalu, tapi orang-orang tentunya tidak akan melupakan perkara ini karena dilihat dari pers...