Jualan di Comifuro untuk Pertama Kalinya!


 Akhirnya pernah ngerasain jualan di Comic Frontier atau Comifuro (ataupun disingkat CF) setelah sebelum-sebelumnya cuma hadir sebagai pengunjung. Jualan di event itu sebenernya bukan pertama kali, tapi baru pertama kalinya untuk di event Comifuro ini. Oh iya event ini merupakan event Comifuro ke-16, setelah yang ke-15 diadakan pada September tahun lalu.

Blog kali ini bermaksud untuk menceritakan pengalaman berjualan tersebut, sehingga gue lewatin aja bagian drama pengunduran tanggalnya, atau drama yang sempat ada menjelang hari acara, bahkan drama-drama lainnya yang pernah terjadi di CF yang terdahulu. Berikut ini adalah ceritanya.

Jadi beberapa bulan lalu gue diajakin oleh seorang temen gue bernama Darwin. Dia daftar sendiri tapi gak kepikiran dia mau jualan dengan siapa hahaha. Karena dia ngajakin dan secara waktu tampak cukup bagi gue bersiap-siap, maka gue memutuskan untuk ikut jualan. (Meskipun pada kenyataannya bisa dibaca pada paragraf di bawah hahaha)

Di hari pertama jualan, gue berangkat sedikit kesiangan; meskipun pas sampai di venue, venue belum dibuka untuk umum; tetapi antrean pengunjung sudah terlihat di luar hall 10 gedung Indonesia Convention Exhibition di area BSD (Bumi Serpong Damai) yang masuk di wilayah Kab. Tangerang. Kemudian gue (sebagai peserta jualan) masuk lewat loading dock setelah dapat pass peserta dari Darwin yang menemui gue di luar hall 10.

Setelah sampai di meja berjualan, gue membuka kardus bawaan gue yang berisi barang-barang jualan yang sudah gue siapkan dari sekitar 1-2 minggu sebelumnya (mepet memang, hehe). Sembari menata barang jualan, beberapa temen gue ada yang sudah main/mengunjungi meja kami, terutama sesama peserta jualan karena mereka datang sebelum venue dibuka untuk umum. Jujur aja terasa menyenangkan sekali meja kami dikunjungi teman-teman yang tempat tinggalnya jauh-jauh bahkan beda provinsi. Gue selesai tata barang, dan kami duduk di meja kami. Oh ya ini kami hanya menyewa satu meja ya (nomor F-52B, fotonya ada di awal blog ini), sehingga meja kami sedikit sempit untuk berdua. Darwin sempat jalan-jalan pada hari pertama berjualan, namun gue total jaga meja seharian. 

Gue memutuskan untuk tidak pergi keliling venue pada hari pertama karena gue pengen lihat seberapa laku barang jualan gue. Dan ternyata pada hari pertama, meja kami kedatangan pengunjung yang tidak sedikit. Para pengunjung datang silih berganti mengunjungi meja kami, beli fan merch yang kami buat, bahkan sedikit-sedikit mengobrol juga tentang barang yang kami jual. 

Barang jualan gue yang cukup sexy dijual kemarin adalah gantungan kunci King-Ohger (terutama Kuwagata-Ohger), stiker King-Ohger dan juga stiker Optimus Primal. Dan jujur saja, melihat mana saja barang gue yang laku terjual jadi semacam hiburan tersendiri; namun gue juga sambil mengamati selera pembeli seperti apa terhadap fan merch yang gue sajikan. Bukan variasi produknya saja, namun juga karakter yang gue buat fan merch-nya.

Hari pertama Comifuro sebenarnya seperti yang sudah gue duga dari Comifuro sebelum-sebelumnya: ramai, padat pengunjung. Hal ini sering terjadi karena orang-orang sangat antusias untuk datang, maupun membeli atau mengambil pesanan ke meja para artist/seniman yang berjualan. Tidak terhindarkan memang situasi seperti ini untuk hari pertama.

"Banner" kecil pelengkap meja

Pada hari kedua sekaligus terakhir, gue dateng makin siang, tapi tetep sampai sebelum venue dibuka untuk umum. Sesampainya di sana, di dalam sudah padat sekali oleh berbagai partisipan/exhibitor yang menata meja ataupun booth masing-masing. Karena ini hari terakhir juga, rasanya suasana venue adalah tidak begitu santai; entah kenapa gue punya intuisi demikian, dan malah tepat.

Ternyata hari terakhir ini banyak sekali orang yang hadir, bisa dibilang jumlahnya tidak kurang-kurang banget dari hari pertama. Gue masih jaga meja terus dari awal buka sampai sekitar jam 2 siang, mungkin. Setelahnya gue baru keliling venue, tetapi lebih untuk mencari meja maupun booth teman-teman gue yang berjualan di event ini.

Difoto Darwin. Maaf ya pakai topeng. Privasi coy.

Gue bergerak tanpa peta acara, sehingga gue harus mencatat dan menebak-nebak meja mereka ada di area mana dan nomor berapa. Gue, dengan tidak begitu gesit, melewati lautan manusia yang bertebaran dari hall 8 sampai dengan hall 10. Tetapi secara perlahan gue berhasil menemukan meja teman-teman gue, ngobrol bareng dan foto bareng buat kenang-kenangan. Ada yang teman lama tapi baru pernah ketemu kemarin di CF, teman-teman baru, dan sebagainya.

Saking sibuknya gue dengan urusan dan pengeluaran/biaya untuk cetak-mencetak, gue sampai lupa bahwasanya event seperti ini adalah sekaligus untuk temu kangen teman-teman lama maupun teman-teman yang hanya berjumpa di situ media sosial. Dan pengalaman seperti ini jujur aja berharga banget, karena di CF tahun-tahun sebelumnya gue tidak terlalu merasakan hal ini. Mungkin karena faktor C-virus, banyak dari kita harus tetap di rumah (karena beberapa sangat mungkin ada yang harus tetap pergi karena pekerjaan dll), dan gue sendiri jadi kenal dengan beberapa teman di suatu komunitas/acara kumpul-kumpul menggambar yang gue urus karena komunitas/acara ada server Discord-nya.

Jika ngomongin kembali soal berjualan, sebenarnya penjualan hari ke-2 nggak oke-oke banget, lebih tepatnya turun dibandingkan hari pertama. Sehingga saat gue total, sebenarnya gue masih rugi beberapa Rupiah. Tapi gue nggak akan bohong bahwa gue seneng bisa ketemu beragam teman-teman yang hadir.

Namun jika membahas jajanan gue di CF kemarin, ternyata tidak banyak, dan cenderung mendapat gratisan dari teman-teman yang gue temui sepanjang event. Karena gue baru pertama kali ikut sebagai peserta jualan, gue lupa bahwasanya bertukar barang jualan itu umum banget di event ini, terutama ke sesama teman yang sudah kenal maupun tetangga meja jualan. Tetapi gue tetep jajan ya, karena gue mengapresiasi mereka juga sebagai sesama kreator.

Hasil perolehan di CF16 kemarin

Seperti yang sudah gue sebutkan di atas, pengalaman berjualan di event yang bersifat public adalah bukan pertama kalinya bagi gue, namun pengalaman berjualan di Comifuro benar-benar pengalaman pertama kali seumur hidup. Dari yang semula cuma jadi pengunjung, ternyata bisa jadi peserta jualan juga. Gue bisa ngerasain apa yang peserta lain rasakan; ada rasa tegang, seru, senang dan perasaan lainnya.

Jika ditanya "akan ikut jualan lagi nggak?" wah entah ya. Pengen sih, tapi, pengennya nebeng ke temen daripada gue reservasi slot meja sendiri ke situsnya Comifuro hahaha. Tapi pada akhirnya hanya waktu yang akan nge-reveal semuanya (halah sok iye banget sih).

Akhirnya ngerasain punya pass/nametag Comic Frontier!

Sampai jumpa lagi di event-event sejenis mendatang, thanks for all the fun and laughter!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog Akhir Tahun 2022

Film UItraman Blazar Tayang di Jakarta

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian Akhir