Postingan

Bertumbuh Kembang Bersama Musik Kesukaan

Gambar
Dokumentasi pribadi Ini hal yang udah umum banget sebenernya, ya kan? "Bro, musik yang lu dengerin waktu SMA apaan?" "Oh, band ABC, XYZ, dll etc gitu." "Wah sama bro! Apa kalo mereka ada konser lagi, kita nonton bareng?" "Skoy lah gaskeun coy." Tiap orang, baik itu generasi Baby Boomer , X, Y, bahkan Z, pasti punya selera musiknya masing-masing dari tiap era. Tapi yang jarang gue denger adalah... Kalo orang-orang tersebut punya variasi selera atau genre musik seiring berkembangnya zaman. Don't get me wrong , waktu genre J-Pop mulai pudar dan penggemarnya pelan-pelan beralih ke K-Pop, itu bukan hal yang nggak umum. Tapi genre musik yang gue dengerin mungkin banyak loncatan agak ajaib, yang mana ingin gue tunjukin dalam blog kali ini. Musik kayak apa sih yang gue dengerin waktu... Pra-remaja deh, alias SD akhir sampai sekitaran SMP. Oke. musik kayak apa sih yang gue dengerin waktu masa pra-remaja itu? Dari sini bisa dibilang loncatannya mulai r...

Bajakan, lalu Beralih ke yang Asli: Film

Gambar
Pernah ada di fase ini? Atau mungkin masih terjebak dengan yang bajakan? Gue pengen membahas perihal "mending bajakan atau ori?". Disclaimer : gue bukan orang putih bersih, gue masih "membajak" tapi gue gak perlu bilang pada hal apa secara spesifik; intinya, gue mengakui gue pun nggak bersih juga orangnya, bahkan demi menulis blog ini. Dokumentasi pribadi. Ya, ini koleksi DVD ori gue waktu yang namanya Disc Tarra dan sejenisnya masih ada Halooo~ Jari-jareeeeee?! (buset anak 90-an banget nih). Oke gimana kabar kalian semua? Sehat? Semoga kalian masih sehat-sehat ya, mengingat ini masih musim pandemi, penting untuk selalu jaga kebersihan dan kesehatan jasmani. Don't you die, will you? Langsung aja gue pengen membahas soal mending bajakan atau asli? Legal atau ilegal? Untuk blog kali ini gue pengen mulai dari dunia perfilman/sinema dulu aja. Semoga nggak melebar ke mana-mana banget sih (latihan konsistensi pembahasan topik). Tapi seperti yang sudah gue sebutkan ...

Ketika Pekerja Industri Kreatif Diisi Bukan oleh Mereka yang Lulusan Seni Maupun Desain

Gambar
Dan gue menemukan itu sebagai hal yang menarik. "Cyberman", linocut/cetak tinggi, 2017, karya pribadi Hasil ngikut workshop yang diadakan oleh IKJ di tahun itu Gue pribadi rada bingung mau membahas ini secara umum, atau spesifik di bidang seni tertentu. Tapi memang saat ini industri kreatif, khususnya ( lah jadi spesifik kan ) seni dan desain mulai terisi oleh mereka yang bukan lulusan universitas dengan fakultas yang bersangkutan, kenapa ya? Blog ini tentunya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut 100%. Isinya jelas asumsi dan pengalaman pribadi mendengar cerita dari teman, yang tidak seberapa mendalam karena hanya observasi kecil. Untuk awalan, gue sempat menemukan fakta unik bahwa salah seorang seniman komik yang tinggal di kota Yogyakarta, sebenarnya tidak menamatklan pendidikannya sama sekali; hanya sampai kelas 2 SMA dan ya sudah saja. Meskipun dalam penulisan ini, gue pribadi nggak tahu lebih jauh tentang latar belakang hidupnya selain menjadi seniman komik, tapi...

Gue Sebagai Orang yang Kurang Membaca Buku Novel

Gambar
"Baca Novel" karya pribadi Percaya deh, dulu waktu kecil gue nganggep baca novel itu cupu abis. Buku komik itu superior. Apaan itu baca HarPot? Doraemon lah! Viva buku cerita bergambar! Tapi ternyata hal itu nggak berlangsung lama. Gimana ya, dari kecil gue suka dibeliin buku komik, ya terutama Doraemon , Paman Gober serta Donal Bebek . Sewaktu ketika di awal 2000-an,Harry Potter mulai booming sebagai film, lalu diikuti novelnya juga diterjemahkan dan dijual di sini, gue nggak ada minat untuk ikutan fandom -nya. Gue ngerasa hiburan visual itu nomer 1 melebihi segalanya (meskipun gue nggak nonton HarPot karena alasan tertentu). Yes , yes I know  bahwa novel itu bukan semata-mata Harry Potter saja. Tapi di masa itu, novel yang kurang lebihnya child-friendly adalah Harry Potter yang gue inget. Di samping beberapa dekade sebelumnya ada novel terjemahan juga berjudul The Famous Five , atau yang lebih dikenal di sini dengan nama Lima Sekawan . Gue dulu ngeliat novel ...

Gue Bukan Gamer (banget)! Atau "Fear of Missing Out"

Gambar
Dan gue perlu menjadi special snowflake soal ini! By the way , gue mohon maaf banget postingan ini telat muncul, selain gue melakukan hal lain selain ngetik ini, gue ya sibuk ngegambar dan... Main game . Hah? Dokumentasi pribadi Ini keluh kesah pribadi gue sih. Dan sama halnya dengan gue curhat tentang kursus ilustrasi daring kemarin, ini malah tentang gue yang emang jauh dari kata pemain gim video, tepatnya gim-gim yang memang trending tapi gue nggak pernah (benar-benar) menikmati. Disclaimer: mungkin setelah membaca blog ini, kalian akan bilang " lu gamer juga kok!" No, I was not, and still not pretty much of being one today. Sejarah Gue mulai main gim video dari... Dari komputer ya sebenernya. Dulu om gue (adek dari nyokap) waktu zaman beliau kuliah doyan utak-atik komputer, dan meng-install beberapa game di komputernya buat gue mainin, khususnya tiap kali gue pulang kampung ke Jogja. Gue lupa pernah ada game apa aja, namun yang gue inget adalah StarCraft ...

Kok (Ada) Ultraman Zero Lagi? Ultraman Zett Tiba!

Gambar
Sinopsis serial Ultraman Z/Zett dapat kalian baca di sini . Selebihnya gue cuman mau mengutarakan opini gue aja. Aslinya sih ada blog lain yang mau gue kelarin ngetiknya tapi kok pas Ultraman Zett ini muncul pengumumannya. Gambar diperoleh dari tsuburaya-prod.co.jp Oke, serial Ultraman baru akan tayang, namun tak disangka seorang tokoh lama kembali. Tidak lain tidak bukan dia adalah Ultraman Zero! Gue lumayan yakin di luar sana udah ada yang protes " ah kok ada Ultraman Zero lagi sih? " -- " wah Tsuburaya kehabisan ide nih! " -- dan masih banyak lagi komentar-komentar yang muternya di sekitaran Ultraman Zero saja, seolah Ultraman Zett cuman penghias gambar poster di atas.  Pada titik ini gue cuman mau menegaskan aja sih bahwasanya kalau kamu memang tidak suka atau sudah bosan dengan Ultraman Zero (atau bahkan tayangan tokusatsu secara umum), maka kamu bisa: Tidak usah tonton serialnya, Tidak usah beli mainannya, Tidak usah membesar-besarkan keti...

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian 4

Gambar
Weh, udah bagian ke-4 aja ini. Ini lebih pada akhirannya sih. Semoga. Postingan yang ini masih untuk 18+, so read responsibly . Editan sederhana wkwkwk bingung mau naro ilustrasi apaan Gue masukin topik ini dalam budaya populer karena banyak orang yang memang melakukannya. Dalam hal ini, memang trending atau populer bukan? Hampir dalam berbagai media, film misalkan, ada beberapa judul atau mungkin sebatas adegan yang menunjukkan penggunaan aplikasi kencan daring. Karena memang, salah satu contohnya Tinder , sepopuler itu. I mean, you should have at least heard of what Tinder is. Jadi Sebenernya Lebih Baik Pake Aplikasi atau Nggak? Meskipun di blog bagian pertama gue ngetik "kenapa tidak?" sebenernya jawabannya ya dua, antara "kenapa tidak?" dan "terserah diri masing-masing". Gue make aplikasi karena gue pengen nyoba peruntungan di luar lingkup pertemanan gue. Gue pengen menantang diri gue ketemu orang baru. Gue ini orangnya introver,...