Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Kok (Ada) Ultraman Zero Lagi? Ultraman Zett Tiba!

Gambar
Sinopsis serial Ultraman Z/Zett dapat kalian baca di sini . Selebihnya gue cuman mau mengutarakan opini gue aja. Aslinya sih ada blog lain yang mau gue kelarin ngetiknya tapi kok pas Ultraman Zett ini muncul pengumumannya. Gambar diperoleh dari tsuburaya-prod.co.jp Oke, serial Ultraman baru akan tayang, namun tak disangka seorang tokoh lama kembali. Tidak lain tidak bukan dia adalah Ultraman Zero! Gue lumayan yakin di luar sana udah ada yang protes " ah kok ada Ultraman Zero lagi sih? " -- " wah Tsuburaya kehabisan ide nih! " -- dan masih banyak lagi komentar-komentar yang muternya di sekitaran Ultraman Zero saja, seolah Ultraman Zett cuman penghias gambar poster di atas.  Pada titik ini gue cuman mau menegaskan aja sih bahwasanya kalau kamu memang tidak suka atau sudah bosan dengan Ultraman Zero (atau bahkan tayangan tokusatsu secara umum), maka kamu bisa: Tidak usah tonton serialnya, Tidak usah beli mainannya, Tidak usah membesar-besarkan keti...

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian 4

Gambar
Weh, udah bagian ke-4 aja ini. Ini lebih pada akhirannya sih. Semoga. Postingan yang ini masih untuk 18+, so read responsibly . Editan sederhana wkwkwk bingung mau naro ilustrasi apaan Gue masukin topik ini dalam budaya populer karena banyak orang yang memang melakukannya. Dalam hal ini, memang trending atau populer bukan? Hampir dalam berbagai media, film misalkan, ada beberapa judul atau mungkin sebatas adegan yang menunjukkan penggunaan aplikasi kencan daring. Karena memang, salah satu contohnya Tinder , sepopuler itu. I mean, you should have at least heard of what Tinder is. Jadi Sebenernya Lebih Baik Pake Aplikasi atau Nggak? Meskipun di blog bagian pertama gue ngetik "kenapa tidak?" sebenernya jawabannya ya dua, antara "kenapa tidak?" dan "terserah diri masing-masing". Gue make aplikasi karena gue pengen nyoba peruntungan di luar lingkup pertemanan gue. Gue pengen menantang diri gue ketemu orang baru. Gue ini orangnya introver,...

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian 3

Gambar
Astaga. Ini sudah bagian ketiga. Gue nggak nyangka bahwa khusus topik ini bisa jadi sepanjang ini. Kalaupun gue singkat jadi satu postingan utuh, mungkin kalian akan capek ngebacanya juga; terutama mengingat bahwa ketahanan manusia dalam membaca teks semakin menurun. Mungkin bukan menurun, bisa juga karena ada durasi tertentu untuk manusia dalam ngebaca teks. Apa yang mau gue bahas di bagian ini ya... Oh iya. Ujung-ujungnya Semua Dinilai dari Fotonya Terlebih Dahulu! Ada satu hal yang gue lupa taruh dari penjelasan aplikasi-aplikasi di dua postingan sebelumnya, bahwasanya semua dilihat dari foto dulu kok. Gue, dan bahkan manusia-manusia di planet ini yang dianugerahi pengelihatan sempurna, pasti akan melihat apapun dari luarnya dulu, bahkan ya sampul buku. Kita ini mayoritasnya makhluk visual, bung. You see things to give values as its follow-up . Baik kalian menggunakan Tinder, OKCupid, atau bahkan berada di liarnya Twitter, baik secara sadar maupun tidak, kalian pasti ...

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian 2

Gambar
Whew, bagian ke-2 yah. Semoga ini bagian terakhir karena bakal lumayan panjang, sepanjang bagian pertama kemarin. Sebelum lanjut membaca, konten ini lebih diperuntukkan bagi mereka yang berusia 18+.  Please read responsibly . "Kencan Daring", karya pribadi. Liarnya Dunia Twitter Sebelum akhirnya gue selesai menggunakan aplikasi kencan daring, gue sempat mencicipi liarnya dunia Twitter. It was wilder than what I expected , big time . Ini gue sampaikan secara blak-blakan aja ya, Twitter itu gampang banget buat nyari konten untuk 18+. Mungkin sempet jadi rahasia umum kali ya, di Twitter itu banyak banget cewek-cewek yang punya profesi (bisa jadi sampingan atau utama) jadi pekerja seks komersil. Biasanya mereka menyebut di bio mereka sebagai " open BO " ( booking order ?). Mereka biasanya bepergian dari kota ke kota, entah apa ada tujuan lain selain melayani kebutuhan biologis klien-kliennya, atau memang hanya itu saja kerjaannya. Ini emang nggak gue riset l...

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian 1

Gambar
Kenapa tidak? Sebelum lanjut membaca, konten ini lebih diperuntukkan bagi mereka yang berusia 18+. Please read responsibly . "Kencan Daring", karya pribadi Suka sama suka, cinta, dan kasih sayang. Gue ngerasa semua manusia memiliki rasa itu terhadap siapapun. Baik itu ke lawan jenis, sesama jenis, beda umur, bahkan sampai beda dimensi pun juga ada; dan ya se-pengetahuan gue, ada pro dan kontra terhadap penyampaian rasa cinta atau kasih sayang itu. Tapi pernah nggak sih kalian kepikiran make aplikasi di gawai kalian untuk menemukan jodoh atau belahan jiwa? Gue kebetulan orang yang make aplikasi demi mencoba peruntungan dalam mencari jodoh, dan berhasil. Tapi ini gue ceritain entar aja, gue jabarkan dulu apa sih sebenernya aplikasi kencan atau jodoh itu, dan gimana cara-caranya. Aplikasi kenamaan yang gue tahu ada Tinder , OKCupid , Bumble dan Coffee Meets Bagel . Tapi FYI aja nih, ada yang spesifik kayak Grindr dan Blued , yang dua nama ini silakan cari sendir...

Kursus Ilustrasi Daring? Sepadan kah? Bagian 2

Gambar
Sumber gambar: laman Facebook Society of Visual Storytelling (SVS) (Lanjutan dari bagian 1) Karena... Gue merasa gue semacam sedikit salah jurusan dan menyia-nyiakan masa kuliah gue; bahkan sampe di taraf gue gak ada rasa kompetitif sama temen-temen seangkatan. Hal ini sempet gue sebutkan beberapa kali di FB dan IG gue. Jadi kalo ada temen-temen gue yang pernah baca gue posting kayak gitu di medsos sebelah, postingan blog ini adalah versi lengkapnya. Nah ini bakal jadi cerita yang agak panjang juga. Gue adalah seorang lulusan desain grafis dari suatu universitas di Tangerang, universitas ternama sih. Gue pas kuliah itu, dengan berat hati gue jujur, gue sibuk ngewibu. Gue nonton segala hal jejepangan, beli model kit robot-robotan, apapun yang kurang terkait perkuliahan deh; meskipun, pada kenyataannya gue jarang banget bolos, nilai ada di range B dan C-. Tapi selebihnya, gue berasa kurang peduli, kurang engaging dengan perkuliahan yang gue jalani, tiap kelas desain grafis ...