Ultra Heroes Academy di Dufan!

Disclaimer: tulisan ini tidak disponsori oleh pihak manapun, dan ditulis sejujur-jujurnya berdasarkan pengalaman pribadi.

Pada hari Minggu tanggal 21 April kemarin, gue dan istri berkesempatan ke Dufan untuk menikmati waktu berdua (alias quality time), sekaligus hendak mengunjungi dan menonton livestage show sekaligus area bermain dari waralaba Ultraman, bertajuk Ultra Heroes Academy. Acara ini merupakan kerjasama antara Tsuburaya Productions, Ancol/Dufan, dan Provaliant selaku event organizer acara (pertunjukan dan area bermain) ini.

Seperti yang sudah gue sebut di atas, keseruan yang disajikan dalam Ultra Heroes Academy ini dibagi menjadi dua: pertunjukan panggung, dan juga area bermain atau playground. Gue ingin sekali menonton pertunjukan langsungnya karena masa pertunjukannya hanya diadakan dari tanggal 9 sampai dengan 21 April 2024. Khusus untuk pertunjukannya sendiri dibagi antara jam 1 siang dan jam 3 sore. Oh ya, untuk menonton pertunjukan dan ke area playground ini kemarin, semua sudah masuk dalam 1 tiket Dufan; tidak ada transaksi tambahan.

Meskipun gue pribadi sangat ingin menonton pertunjukan tersebut, tetapi gue tidak boleh lupa bahwasanya gue ke sini adalah untuk ke Dufan juga secara umum. Gue tidak memiliki ingatan yang super pasti mengenai pernah tidaknya ke Dufan, terutama waktu kecil dulu (sebelum masuk tahun 2000). Gue hanya ingat bahwa gue ke sana dengan keluarga, terutama bareng keluarga kakaknya bokap, ke Sea World dan ke pantainya.

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai acara yang gue hadiri dan saksikan ini, gue pertama kali mengetahui acara ini dari kabar beberapa pengguna media sosial bahwa akan ada acara Ultra Heroes Academy. Kemudian langsung cek postingan media sosial Dufan untuk memastikan. Dan benar, acara ini valid dan berlangsung dari 9 April sampai dengan 6 Agustus 2024. Mengetahui (akan) adanya acara tersebut, air mata gue seketika langsung banjir, lengkap dengan situasinya gue sedang berada di kantor. Ini adalah hal yang gue nanti-nantikan untuk waktu yang sangat lama.

Gue dan istri membahas sebaiknya ke sana tanggal berapa dan menggunakan apa, bagaimana cara membeli tiket-tiket yang diperlukan, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk ke sana pada tanggal 21 April 2024; hari tersebut merupakan hari terakhir untuk bagian pertunjukan panggung. Kami sudah jadi ke sana (otherwise tidak akan ada tulisan ini), dan sepenuhnya menggunakan transportasi umum.

Setibanya kami di sana dan setelah membeli tiket masuk, kami menikmati wahana yang ada terlebih dahulu; terutama karena jam pertunjukan masih di jam 1 siang nanti, kami menjelajah Dufan terlebih dahulu. Kami hanya menaiki wahana Bianglala, gajah Dumbo(?) yang seolah terbang berputar seperti komidi putar, dan juga Istana Boneka; semua itu berjalan dari jam 10-an setelah buka gerbang, dan juga makan siang sebelum menonton pertunjukan Ultraman. Meski gue sudah tua (secara angka maksudnya), tetapi wahana yang gue dan istri naiki adalah cukup menyenangkan; mungkin karena gue tidak punya ingatan yang kuat mengenai pernah tidaknya ke Dufan waktu kecil dulu.

Setelah kami selesai makan siang, pada jam 1 siang kurang sedikit masuklah kami ke area pertunjukan yang ternyata ada dalam satu tempat (tapi beda arah) dengan Ice Age Arctic Adventure. Kami disambut dengan area menonton yang sudah cukup dipadati pengunjung, dan juga lagu Brave Blazar (lagu penutup ke-2 dari serial Ultraman Blazar) dimainkan secara looping, sebelum berganti ke lagu berjudul Super Nova (dari serial eksklusif-internet Ultra Galaxy Fight: The Destined Crossroad) untuk memeriahkan suasana sebelum pertunjukan benar-benar dimulai.

Acara dimulai, MC memberikan sambutan kepada penonton yang sudah datang, dan juga memberi sedikit kuis yang kemudian dijawab oleh adik-adik penonton. Dan tibalah waktunya pertunjukan utama yang dibuka dengan kemunculan alien Mefilas dan Ultraman Blazar bertarung di (ceritanya) Bumi.

Plot cerita pertunjukan ini cukup mudah untuk diikuti oleh adik-adik penonton. Mefilas ingin menguasai Bumi, dicegat oleh Blazar, Ultraman Orb dan Ultraman Ribut mencari keberadaan Ultraman Blazar di Bumi, Mefilas mengurung keseluruhan Dufan dalam medan pengunci, dan para Ultraman berhasil mengalahkan Mefilas dan membebaskan Dufan. Yang paling seru dari pertunjukan ini adalah adanya interaksi dari kakak perempuan (yang mohon maaf banget gue lupa namanya) di atas panggung yang sudah dengan cukup baik mampu mengajak adik-adik penonton bergerak mempraktikkan senam Blazar/SKaRD. Benar, senam Blazar/SKaRD ada lagi setelah terakhir gue lihat di acara fanscreening film Ultraman Blazar kemarin. Gue pribadi senang melihat adik-adik ini mampu mengikuti gerakan senam Blazar/SKaRD untuk memeriahkan pertunjukan panggung ini.


Selesai dari acara pertunjukan panggung, kami melihat area playground-nya seperti apa. Di sini kami tidak banyak foto-foto karena terlalu sibuk dan seru menjelajahi seperti apa isi playground yang dimaksud. Selebihnya, gue (selaku penulis) banyak foto-foto dengan beberapa grafis berukuran besar yang dipasang sebagai "titik instagramable".

Apa saja yang bisa dibahas?

Gue ingin membahas beberapa hal terkait acara ini. Acara ini bukan yang sempurna banget, tetapi ada hal-hal yang dapat dikembangkan.

  1. Patung di gerbang masuk Dufan. Patung ini berukuran besar (tidak tahu pasti berapa meter), dibuat dari bahan styrofoam yang cukup kokoh, dan hanya seperti semi-3D. Mungkin karena sifat acaranya tidak permanen, maka patungnya pun bukan dibuat dengan bahan beton ataupun batu. Yang patut diapresiasi dari patung styrofoam ini memiliki detail lekukan pundak dan sikut yang cukup detail;
  2. Pertunjukan panggung. Untuk bagian ini sebenernya gue sempat melihat bahwa ada komentar-komentar pedas pada sebuah unggahan video dari seorang pengguna media sosial terkait aksi stuntman/suit actor yang kurang terasa maksimal. Untuk ini gue tidak bisa komentar banyak karena gue sendiri tidak memahami koreografi bertarung, dan memang ada beberapa gestur yang terasa agak kurang juga, tetapi gue akui gue cukup puas dapat menyaksikan pertunjukan ini secara langsung;
  3. Akting dari pengisi suara Mefilas KEREN BANGET, pengisi suara Ultraman Orb sudah cukup oke, tetapi pengisi suara Ultraman Ribut masih agak kurang. Mungkin permasalahan selera pribadi penulis, tetapi rasanya kurang tegas saja aktingnya;
  4. Pemilihan tokoh. Untuk pemilihan tokoh ini gue merasa agak-agak unik dan juga agak kurang. Ultraman Blazar dipilih jelas karena masih dipasarkan (termasuk karena ada penayangan filmnya); Ultraman Ribut sebagai tokoh yang pertama kali diperkenalkan melalui animasi "Upin & Ipin" bisa dianggap mewakili Asia Tenggara secara umum; Ultraman Orb pun hitungannya cukup tenar di sini; Mefilas dan Arc Bogarl juga pilihan yang sudah cukup, terutama kemarin sudah sempat ada Hyper Zetton dan Satandelos pada acara Ultraman yang sebelumnya;
  5. Melanjutkan poin 4, sangat disayangkan bahwa apa yang sudah disuguhkan pada poster, tidak sebegitu sesuai dengan yang didapat. Benar ada Blazar, Ribut, Orb, lalu ada juga Blazar dan Trigger yang hanya hadir untuk sesi meet and greet. Namun harapan kecil gue adalah minimal ada Ultraman (biasa disebut sebagai "Man" atau "Shodai" oleh penggemar) mungkin akan sedikit mengubah persepsi gue akan adanya pertunjukan ini.
  6. Interaksi dengan penonton berupa senam Blazar/SKaRD sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Seperti yang gue sebut di paragraf atas, adik-adik penonton dengan sigap mengikuti;
  7. Playground atau area bermain ini yang cenderung underwhelming alias kurang sesuai ekspektasi. Sayang karena tidak adanya dokumentasi yang sesuai, susah menggambarkannya. Ada bagian yang lempar bola ke ring (ala bola basket) dengan grafis monster dari seri Blazar yang posisinya agak tinggi, ada layar proyeksi interaktif untuk mengalahkan monster yang datang (dengan cara di-tap)... Karena blog ini ditulis lumayan terlambat, gue cukup lupa ada apalagi di sana;
  8. Ada foto AR (augmented reality) berupa Ultraman Trigger. Tidak ikutan karena antre banget;
  9. Ada sesi foto bareng alias meet and greet yang biasa, tetapi tidak ikutan karena istri sudah mau ke tempat lain dalam Ancol dan waktu kami agak terbatas;
  10. Gambar/grafis tokoh-tokoh Ultraman yang dipajang (meski tidak lengkap) dari Ultraman sampai Arc berasa seperti cukup-tidak-cukup, karena memang hanya gambar. Seperti berharap kostum aslinya yang dipajang, tapi acara ini masih bersifat permulaan;
  11. Area foto berupa miniatur gedung, sangat disayangkan Ultraman Blazar dan monster Nijikagachi hanya berupa tempelan di dinding. Kalaupun tidak mungkin memajang patung ataupun kostum, seharusnya bisa berupa standee/karton gambar berdiri yang dipajang bareng miniatur gedung;
  12. Ada satu lagi titik untuk berfoto berupa miniatur gedung dengan grafis/gambar Ultraman Trigger dan Ultraman Decker. Tetapi gedung-gedungan yang dimaksud ini agak terlalu tinggi, sehingga anak kecil yang badannya tidak terlalu tinggi bisa tertutup oleh properti foto yang ada;
  13. Di area depan gedung lokasi playground, ada balon Gomora yang besar sekali. Ini hanya nitpick pribadi banget yang tidak begitu berkaitan dengan acara, tetapi warna cetakannya terasa terlalu turun sehingga detail sisiknya hampir tidak terlalu terlihat;
  14. Seharusnya ada souvenir atau cinderamata setelah selesai menonton pertunjukan atau main di area playground-nya. Seperti topi-topian atau headwear yang ada gambar wajah Ultraman-nya (yang kayak biasa dibagi gratis di suatu restoran cepat saji).

Foto-foto lainnya dari acara

Tentu ada foto-foto. Wajah asli gue tidak penting untuk diperlihatkan.

Logo romaji-nya Arc muncul di Indonesia

Bersama (gambar) Ultraman Blazar

Bersama (gambar) Ultraman Ribut

Bersama (gambar) Ultraman

Bersama (gambar) kepala Ultraman besar banget

Di sini ada gambar Ultraman Blazar dan monster Nijikagachi pada sisi kiri dan kanan, tetapi tidak tertangkap kamera karena istri mengambil gambarnya posisi potrait

Sejarah

Prop gedung-gedungan yang tadi disebutkan terlalu tinggi untuk anak kecil berfoto di sini

Balon monster Gomora

Kesimpulan?

Dari poin-poin yang gue sebut di atas, perlu gue akui bahwa ini merupakan acara yang tidak sempurna-sempurna banget, tetapi bukannya tidak bisa dibuat lebih baik jika acara ini akan ada lagi di lain waktu (selepas Agustus 2024 nanti). Aksi panggung para tokoh yang dihadirkan sudah cukup oke, interaksi dengan penonton pun sudah cukup baik; memang ada hal yang sedikit kurang, tetapi ya sudahlah. Yang masih agak disayangkan adalah pilihan tokoh Ultra yang dibawa ke Indonesia sih; gue sebagai orang yang sedikit mengerti teknik maupun gagasan untuk marketing suatu acara maupun kegiatan, seharusnya bisa lah tokoh-tokoh yang terpampang ya memang dibawa ke Indonesia sekalian. Selain itu, tentunya area playground yang terasa agak kurang atau underwhelming, dan seharusnya bisa dirancang maupun di-supervise pembangunannya dengan lebih baik lagi.

Terlepas dari itu semua, sesungguhnya gue cukup menikmati apa yang gue lihat dan rasakan pada acara kemarin. Memang kurang sempurna, tetapi gue bukan yang kemudian merasa bad mood parah sepulang dari Dufan dan sumpah serapah yang jelek-jelek terkait acaranya. Gue menonton pertunjukan, senang. Gue foto-foto dengan grafis/gambar yang ada, senang juga. Kalau gue tidak puas atau tidak senang sepulang dari sana, gue rasa tulisan yang gue buat ini belum tentu tampil seperti ini. 

Nilai keseluruhannya secara angka? Gue berani memberi 7/10. Sekali lagi, bagi gue ini sudah cukup menyenangkan, tetapi bisa dibuat lebih baik lagi jika ada kesempatan di lain waktu.

Sampai jumpa di postingan blog berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog Akhir Tahun 2022

Film UItraman Blazar Tayang di Jakarta

Ketemu Jodoh dengan Bantuan Aplikasi? Bagian Akhir