Terima Kasih, Ultraman Arc!
Pada bulan Juli 2024, ditayangkan sebuah serial sains-fiksi buatan Jepang. Serial ini merupakan inkarnasi ke sekian kalinya selama setidaknya hampir 6 dekade terakhir.
Serial televisi tersebut bernama Ultraman Arc.
Serial televisi Ultraman Arc merupakan entri ke-34 dalam waralaba Ultraman yang telah berjalan selama (per kiriman blog ini) hampir 60 tahun.
"Ultraman Arc" berkisah tentang Yuma Hize (diperankan oleh Yuki Totsuka), seorang pegawai dari agensi bernama "Special Kaiju Investigation and Prevention center" (disingkat SKIP), yang mendapatkan kekuatan maha dahsyat untuk menjadi sosok raksasa yang dinamai Ultraman Arc. Pada tiap episodenya, Arc berfokus pada Yuma dan tim SKIP menangani kemunculan kaiju (monster raksasa) yang banyak dan aktif bermunculan di sekitar area Kota Hoshimoto.
Jumlah episode serial ini, berdasarkan angka, adalah sebanyak 25 episode. Dari total 25 episode yang ada (tanpa menghitung episode spesial dan rekap), buat gue pribadi yang masih menjadi personal favourite adalah pada episode 3. Episode 3 merupakan episode yang diceritakan secara kilas balik (tetapi bukan rekap), yang juga mengenalkan penonton tentang latar belakang Yuuma sebagai tokoh utama, dan bagaimana Yuuma mendapatkan kekuatan maha dahsyat dan memikul tanggung jawab besar.
Bagian favorit gue dari episode ini adalah setelah Yuma berubah menjadi sosok raksasa (yang saat itu masih tanpa nama), menyelamatkan pesawat tempur yang diserang kaiju Digelos, melihat pantulan wujud raksasanya pada sebuah gedung, menoleh balik ke arah Digelos, terutama sambil diiringi sorakan semangat dari anak-anak TK tempat tokoh nenek Yuuma bekerja. Banyak hal terjadi ya? Justru di situ serunya.
Mengingat detail yang ada dari episode tersebut, terkadang malah jadi emosional sendiri, berujung meneteskan air mata. Media dari waralaba Ultraman adalah selalu ditujukan untuk penonton usia muda, yaitu mereka yang berusia 3 tahun ke atas, dan menonton serial ini sambil ditemani orangtuanya. Orang seusia gue, dan mungkin beberapa persen penduduk dunia, masih masuk dalam target pasar tersier (lah kok jadi ngomongin bisnis sih).
Sebenarnya episode favorit tidak hanya episode 3 saja. Episode lainnya telah mampu menyajikan penceriteraan eh penceritaan yang apik dan juga visual yang mengagumkan. Lupa menambahkan, secara spesifik tokoh robot YouPi (diisi suara oleh Yuya Hirose) merupakan tokoh yang menyenangkan baik dari segi desain (desainnya sangat menggemaskan) maupun gestur dan peran disajikan selama penayangan berlangsung.
Seiring berjalannya penayangan, Ultraman Arc bukan hanya tampil sebagai serial pahlawan super yang mengalahkan dan menghancurkan kaiju tiap minggu. Tidak melupakan fondasinya sebagai serial sains-fiksi yang kebetulan ada pahlawan supernya, Ultraman Arc menampilkan bagaimana tokoh Yuuma yang mendapatkan kekuatan maha dahsyat, mampu menggunakan kekuatan tersebut untuk menolong manusia, makhluk luar angkasa, bahkan kaiju yang ada dari kehancuran maupun kerusakan yang tidak perlu. Malah, serial ini mengajarkan bahwa setiap hidup itu penting, dan memberikan kehangatan untuk jiwa-jiwa yang terluka.
"Ultraman Arc", sebagai serial televisi Ultraman yang ke sekian di dunia, tetap mampu memberikan keseruan yang nyata, keseruan yang berangkat dari ide dan imajinasi banyak orang yang terlibat dalam pengerjaannya. Malah lebih tepatnya, seperti kembali ke awal terciptanya serial-serial Ultraman, bahkan mengandung homage tipis ke serial seperti Kaettekita Ultraman, Ultraman Cosmos, Mirrorman, Denkou Choujin Gridman, dan beragam properti/kekayaan intelektual milik Tsuburaya Productions lainnya.
Sebelum penayangan Ultraman Arc, tepatnya dari setelah selesainya penayangan Ultraman Blazar, bohong kalau gue tidak khawatir maupun tidak berekspektasi cukup tinggi mengenai serial Ultraman berikutnya. Tapi seiring berjalannya waktu, munculnya pindaian bajakan dari majalah anak-anak Jepang yang memberi preview tentang Arc, trailer serial, lama-lama gue berpikir ataupun berpengharapan berupa "semoga serial ini dapat diterima khayalak ramai" itu, itu saja. Dan dalam pengamatan seadanya selama serialnya tayang, dapat gue simpulkan orang-orang mampu menikmati dan merangkul serial Ultraman Arc.
Episode terakhir serial ini, yang telah ditayangkan pada 18 Januari 2025, telah menyampaikan cerita dan visual yang tidak kalah seru dibandingkan episode-episode sebelumnya. Kaiju yang seram, musuh yang tidak mau mengalah, tetapi Yuma dan Arc mampu menemukan cara untuk mengalahkan musuh dan melindungi Bumi. Lagi-lagi, kalau disebutkan dengan istilah gaul bahasa Inggris, Ultraman Arc ends with a bang. Sungguh sebuah run selama setengah tahun yang seru dan menyenangkan tiap Sabtu pagi.
Sebagai penutup, format boleh serial televisi, tetapi cerita dan visualnya merupakan seni yang mengingatkan kembali tentang arti dari karya sinema, arti dari kehidupan, dan arti dari menjadi manusia yang mampu berpikir dan berimajinasi.
PS.
Gambar pada blog ini merupakan karya pribadi penulis. Ultraman Arc di sini dibuat sebagai gijinka atau personifikasi.
Komentar
Posting Komentar